KAHMI Samarinda Resmi Dilantik, Huseni Labib Pimpin Periode 2026–2031

Terkini 30 Aug 2026 16:28 5 min read 64 views By Jul

Share berita ini

KAHMI Samarinda Resmi Dilantik, Huseni Labib Pimpin Periode 2026–2031
KAHMI Samarinda

SAMARINDA — Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Samarinda resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031. H.M. Huseni Labib, S.HI dipercaya memimpin organisasi alumni HMI tersebut sebagai Ketua Umum.
Pengukuhan kepengurusan KAHMI Samarinda dirangkai dengan kegiatan Jalan Sehat Keluarga Besar KAHMI sekaligus pelantikan Pengurus KAHMI dan Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Kota Samarinda periode 2026–2031.
Kegiatan berlangsung di Teras Citra Niaga Samarinda, Minggu (30/8/2026), mulai pukul 06.30 hingga 11.30 WITA. Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat, kemudian dilanjutkan dengan sarapan, Pembagian doorprizer (hadiah) dan silaturahmi bersama sebelum memasuki prosesi pelantikan pengurus KAHMI dan FORHATI.
Kepengurusan baru tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Majelis Wilayah KAHMI Provinsi Kalimantan Timur Nomor 018/Kpts/A/KAHMI Kaltim/VIII/2026. SK yang ditetapkan di Samarinda pada 5 Agustus 2026 tersebut mengesahkan susunan Pengurus Majelis Daerah KAHMI Kota Samarinda masa bakti 2026–2031.
Dalam struktur kepengurusan, H.M. Huseni Labib, S.HI menjabat sebagai Ketua Umum. Ia didampingi Hamzah, SE sebagai Sekretaris Umum dan Gigih Widya Wirawan, SE., M.IP sebagai Bendahara Umum.


Huseni Labib: KAHMI Harus Menjadi Ruang Kebersamaan
Dalam sambutannya, Huseni Labib menegaskan bahwa KAHMI harus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan silaturahmi di tengah keberagaman profesi serta latar belakang para alumninya.
Menurutnya, perbedaan profesi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi keluarga besar KAHMI untuk tetap berkumpul dan saling menguatkan.
“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah kebersamaan dan silaturahmi. Kita datang dari berbagai latar belakang profesi, tetapi kita bisa berkumpul di satu tempat sebagai keluarga besar KAHMI,” ujar Huseni.
Ia meminta seluruh kader dan alumni mengembalikan orientasi organisasi pada nilai persaudaraan serta kepedulian terhadap sesama.
“Jangan sampai kita terlalu banyak dengan drama dan gagasan yang tidak menjadi kenyataan. Kita perlu kembali ke akar, kembali kepada kebersamaan. Ketika ada saudara kita yang mengalami kesulitan, kita harus hadir untuk saling membantu,” tegasnya.
Huseni juga menyinggung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dunia saat ini, termasuk konflik yang terjadi di sejumlah negara. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya membangun persaudaraan dan kepedulian mulai dari lingkungan terdekat.
“Di tengah kondisi peradaban manusia yang sedang tidak baik-baik saja, kita harus menunjukkan bahwa kebersamaan, persaudaraan dan kepedulian masih bisa kita bangun mulai dari lingkungan kita sendiri,” ungkapnya.
Ia berharap kepengurusan KAHMI Samarinda periode 2026–2031 mampu menjaga komunikasi dan kebersamaan seluruh alumni.
“Mudah-mudahan kita bisa terus berkumpul, saling menguatkan dan saling mendukung dalam menjalankan amanah organisasi,” katanya.


Murjani: Kebersamaan Harus Membawa Keberkahan
Sementara itu, Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Kalimantan Timur, Dr. H. Murjani Zuhri, S.Ag., SH., MH, menekankan bahwa kebersamaan yang dibangun KAHMI harus memberikan keberkahan dan kemanfaatan bagi masyarakat. Hadir juga Presedium PMW Kahmi Kaltim Prof. Ir.H. M. Aswin dan Drs. H. Mursidi Muslim. MM.
Menurut Murjani, kebersamaan tidak cukup dimaknai sebagai aktivitas berkumpul, tetapi harus mampu melahirkan energi positif dan menjadi kekuatan untuk membangun sinergi.
“Kebersamaan ini bukan hanya soal kita berkumpul, tetapi bagaimana kebersamaan itu membawa keberkahan. Ini sejalan dengan ajaran Rasulullah bahwa kebersamaan harus melahirkan kebaikan dan kemanfaatan bagi sesama,” ujar Murjani.
Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara KAHMI, pemerintah daerah, masyarakat dan berbagai elemen pembangunan di Kota Samarinda.
Menurutnya, KAHMI memiliki modal sosial yang besar berupa jaringan alumni dengan beragam latar belakang keilmuan dan profesi. Potensi tersebut harus dioptimalkan agar memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Potensi yang kita miliki harus dioptimalkan. Jangan sampai potensi yang besar hanya menjadi kekuatan yang tersimpan, tetapi harus kita gerakkan menjadi energi positif untuk masyarakat dan daerah,” katanya.
Murjani menilai lokasi pelantikan juga memberikan pesan tersendiri. Pelantikan yang dilaksanakan dalam suasana terbuka dan dirangkai dengan kegiatan jalan sehat dinilai mencerminkan semangat membangun kebersamaan sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.
“Pelantikan ini menjadi sebuah momentum bersejarah. Tempat dan suasana yang kita pilih menunjukkan adanya itikad baik untuk membangun kolaborasi dan sinergi ke depan,” ungkapnya.

Regenerasi Kepemimpinan Jadi Perhatian
Selain memperkuat kolaborasi, Murjani mengingatkan pentingnya regenerasi kepemimpinan di tubuh KAHMI.
Menurutnya, organisasi yang kuat bukan hanya ditentukan oleh kemampuan pemimpin saat ini, tetapi juga oleh kesiapannya menyiapkan generasi penerus.
“Regenerasi kepemimpinan harus terus kita jaga. Organisasi yang kuat bukan hanya karena pemimpinnya hari ini, tetapi karena mampu menyiapkan pemimpin-pemimpin berikutnya,” ujarnya.
Murjani juga mengapresiasi antusiasme keluarga besar KAHMI yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia melihat semangat peserta sebagai modal positif untuk memperkuat perjalanan organisasi lima tahun ke depan.
Menurutnya, dukungan tersebut sekaligus menjadi energi moral bagi para pengurus yang baru dilantik agar mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik.
“Saya melihat wajah-wajah yang penuh semangat. Ini menunjukkan optimisme dan dukungan yang luar biasa. Kita tentu berharap para pemimpin kita selalu diberikan kesehatan agar dapat menjalankan amanah dengan baik,” tuturnya.
Ia kemudian mengajak seluruh keluarga besar KAHMI untuk menjaga momentum kebersamaan tersebut agar tidak berhenti pada kegiatan pelantikan.
“Momentum positif ini harus kita jaga. Terima kasih kepada seluruh yang hadir dan mengambil bagian. Mari kita terus membangun kebersamaan, sinergi dan kolaborasi untuk KAHMI dan untuk daerah,” pungkas Murjani.
Perkuat Struktur dan Ruang Kontribusi
KAHMI Samarinda periode 2026–2031 juga diperkuat dengan keberadaan Majelis Penasehat, Majelis Pakar serta sejumlah biro yang menangani berbagai bidang strategis.
Struktur tersebut mencakup bidang organisasi dan keanggotaan; kepemudaan, olahraga dan seni budaya; hukum, advokasi dan HAM; pembinaan umat dan dakwah; pengembangan ekonomi dan kewirausahaan; pengembangan sumber daya alam dan bina lingkungan hidup; kajian ilmu, pendidikan dan pengembangan SDM; partisipasi pembangunan daerah; serta keperempuanan, perlindungan anak dan kesejahteraan keluarga.
Keberadaan berbagai bidang tersebut menunjukkan upaya KAHMI Samarinda untuk memperluas ruang kontribusi alumni sesuai dengan kompetensi dan profesi yang dimiliki.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru, KAHMI Kota Samarinda memasuki periode 2026–2031 dengan agenda memperkuat konsolidasi alumni sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi terhadap masyarakat dan pembangunan daerah.
Pesan utama yang mengemuka dalam momentum tersebut adalah bagaimana kebersamaan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi diterjemahkan menjadi kolaborasi, kepedulian, kontribusi nyata, serta proses regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan.
Warta Kaltim @2026-Jul

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Warta Kaltim
Chat with us on WhatsApp